Facebook Dicecar Akibat Membiarkan Konten Pemicu Konflik

facebook dicecar

Platform sosial media seperti Facebook, sebenarnya memiliki sistem yang memungkinkan untuk mengetahui konten kekerasan dan juga konten yang tidak sesuai dengan pedoman publik yang telah ditentukan sebelumnya dengan cepat dan tepat. Akan tetapi, hal tersebut memang tidak akan terjadi jika tidak ada kendali dan perintah dari orang dalam.

Ini bisa diketahui dalam permasalahan yang terjadi di India, yang mana para eksekutif induk perusahaan WhatsApp ini telah menghadapi banyak pertanyaan dalam rapat bersama dengan Komisi Teknologi Informasi di Parlemen, berkaitan dengan penyebaran ujaran kebencian anti-muslim oleh politisi dan juga simpatisan partai pemerintah.

Baca Juga :  Ikut Lomba Pembuatan Web Berkonten Aksara Sunda Yuk!!

Sidang tertutup ini diselenggarakan menyusul laporan harian Amerika Serikat, Wall Street Journal, yang mana telah memberikan laporan jika Facebook telah menutup mata berkaita dengan hasutan kebencian anti-muslim yang disebarkan oleh fungsionaris Partai Bharatiya Janata.

facebook dicecar 1

Akan tetapi, perusahaa Facebook telah menampik tuduhan tersebut, setelah rapat selama kurang lebih tiga setengah jam, pihak Komisi setuju untuk melanjutkan diskusi ini pada waktu yang belum ditentukan, termasuk perwakilan perusahaan. Begitulah keterangan dari Sashi Tharorr, selaku Ketua Komisi melalui akun Twitter-nya.

Setelah itu, dilaporkan jika Direktur Kebijakan Publik di Facebook India, Anhki Dasm “Menolak menerapkan etiket anti ujaran kebencian” terhadap anggota partai Modi.

Dalam suratnya, Partai Kongres telah mempertimbangkan tindakan hukum dan legislatif guna memastikan bahwa perusahaan asing tidak terus menciptakan kerusuhan sosial.

Baca Juga :  TOUGHRAM Z-ONE RGB DDR4 3200MHz Resmi Dirilis Thermaltake

Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada kantor berita AP, induk Instagram tersebut mengklaim bahwa pihaknya telah menerapkan kebijakan anti kebencian seperti itu secara global, tanpa memandang posisi politik ataupun afiliasi partai. Namun, pada kenyataannya, di lapangan telah berbeda.

facebook dicecar 2

Berdasarkan analisa dari lembaga riset Equality Labs pada tahun 2019 kemarin, telah menunjukkan beberapa grup yang mengunggah konten anti-muslim, mencakup pendukung BJP serta simpatisan organisasi esktrem kanan India, Rashtria Swayamsevak Sangh Lembaga tersebut telah mendapat sebanyak 93% konten mengandung ujaran kebencian anti-muslim yang dibiarkan marak begitu saja di Facebook.

Related posts

Leave a Comment